Sabtu, 27 Oktober 2018

Penulisan

Perbedaan dari Penulisan Makalah, Laporan Skripsi, dan Jurnal Ilmiah
No.
Makalah
Laporan Skripsi
Jurnal Ilmiah
1.
Hasil kajian literatur atau hasil laporan pelaksanaan kegiatan lapangan mengenai suatu prinsip permasalah.
Karya tulis ilmiah sebagai salah satu hasil proses pengembangan intelektual mahasiswa secara mandiri dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di bawah bimbingan dosen.
Mempublikasikan artikel ilmiah yang biasanya memberikan kontribusiterhadap teori atau penerarapan ilmu untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yangditerbitkan
2.
Cover, Daftar Isi, Kata Pengantar, Bab I Pendahuluan, Bab II Pembahasan, Bab III Penutup, Daftar Pustaka, Lampiran

Bagian Awal (Halaman Sampul, Halaman Judul, Halaman Persetujuan, Halaman Pernyataan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lampiran.) Bagian initi (pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Hasil Penelitian, dan Pembahasan, dan Kesimpulan dan Saran. Jumlah halaman bagian inti minimal 50 ( lima puluh ) halaman.). Bagian Akhir (daftar pustaka dan lampiran – lampian)

Judul,  Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan metode, Hasil, Pembahasan, Kesimpulan, Daftar pustaka.

3.
Metode Tinjauan
Metode Ilmiah
Metode Pengumpulan Data dan Pengendalian
4.
Menyajikan rangkuman dari hasil tinjauan.
Menyajikan temuan pokok, baik yang bersifat substansial maupun metode teknis serta dikemuakakn pula implikasi dan pembahasan

Menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakn teks naratif, tabel, atau gambar.

5.
  Makalah membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
Untuk bidang pendidikan, skripsi terarah pada eksplorasi atau pemecahan masalah pendidikan.
Jurnal Ilmiah berupa media kumpulan karya ilmiah yang diterbitkan setiap kurun waktu tertentu.
6
    Makalah umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, sidang, atau diskusi.
Untuk bidang non-kependidikan, skripsi terarah pada permasalahan bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.

Sebelum di publikasikan, Jurnal Ilmiah  harus melewati proses peer-review untuk menyeleksi dan menentukan apakah sebuah paper atau makalah yang di submit ke jurnal tersebut layak diterbitkan atau tidak. Proses peer-review dilakukan oleh satu atau beberapa pemeriksa yang juga merupakan ahli atau akademisi di bidang yang dikaji.

7.
   Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.

Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan atau penelaahan pustaka dan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar


Penulis berasal dari komunitas akademik, penelitian dan kadang-kadang profesional (seperti dokterilmuwan penelitian, dosen)






Jumat, 13 April 2018

Riset Oprasi


Antrian

        

          Antrian merupakan menjadi bagian dalam sebuah proses atau pelayanan. Antriian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kapasitas. Menurut Siagian (1987), suatu antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas layanan). Studi matematikal dari kejadian atau gejala garis tunggu ini disebut teori antrian. Kejadian garis tunggu timbul karena disebabkan oleh kebutuhan akan layanan yang melebihi kemampuan (kapastitas) pelayanan atau fasilitas pelayanan, sehingga nasabah yang datang tidak bisa langsung mendapatkan pelayanan. Kejadian tersebut sering terjadi pada loket bioskop, loket bank, loket kereta api, dan loket jalan tol.

          Ada 4 model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
1. Single Channel – Single Phase
Single channel berarti hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single phase berarti hanya ada satu pelayanan.

(SPBU - Jalan Raya Condet )

2. Single Channel – Multi Phase
Istilah multi phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phase-phase). Sebagai contoh : pencucian mobil.
                                     

(Cucian Mobil - Jalan Raya Tengah)

3. Multi Channel – Single Phase
Sistem multi channel – single phase terjadi kapan saja di mana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal. Sebagai contoh model ini adalah antrian pada teller sebuah bank.

Gambar


http://keuangan.kontan.co.id

4. Multi Channel – Multi Phase
Sistem multi channel – multi phase sebagai contoh, registrasi para mahasiswa di universitas, pelayanan kepada pasien di rumah sakit mulai dari pendaftaran, diagnosa, penyembuhan sampai pembayaran. Setiap sistem-sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya.


http://dikitanujaya14.blogspot.co.id/



(Antrian di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur)





Jumat, 23 Maret 2018

Rekayasa Lalu Lintas


Jalan Raya Condet Macet

   Penulis merupakan perempuan yang lahir dan di besarkan di daerah yang di kenal dengan daerah berbudaya betawi dicampur dengan kebudayaan arab yang kental. Satu jalan yang terkenal dimasyarakat sekitar Jakarta yaitu, Jalan Raya Condet. Jalan Raya Condet merupakan jalan penghubung dari Jalan Dewi Sartika menuju daerah Pasar Minggu, biasanya jalan ini digunakan sebagai jalan potong untuk mereka yang ingin berangkat ke Tempat Kerja, namun banyak yang mengeluhkan macet di jalan ini. Sebagai orang Condet asli penulis faham sekali apa penyebab Jalan Raya Condet ini macet. Diartikel kali ini, penulis akan membahas penyebab dan solusi yang penulis tawarkan untuk mengatasi kemacetan yang ada di Jalan Raya Condet. 

(Sumber : republika.co.id)

   Penyebab dari kemacetan yang terjadi karena beberapa hal, seperti banyaknya penduduk yang keluar masuk, adanya persimpagan yang bisa mengunci kemacetan, adanya beberapa sekolah yang terletak tepat di Jalan Raya Condet, dan menyempitnya beberapa jalan. Diartikel kali ini penulis ingin membahas tentang kemacetan di Jalan Raya Condet yang disebabkan oleh adanya persimpangan yang bias mengunci kemacetan. Persimpangan ini disebut dengan "Perempatan Gardu" hal ini disebabkan persimpangan ini berada di Jalan Gardu. Persimpangan ini macet dikarenakan adanya mobil yang ingin menyebrang ke jalan yang sedikit berliku ditambah lagi tidak jauh dari persimpangan tersebut ada sekolah Global Islamic School yang kebanyakan muridnya menggunakan mobil. Di Jalan Gardu ini juga merupakan jalan yang dilalui oleh angkutan umum "Angkot 07" terkadang angkutan umum ini berhenti tepat dipersimpangan jalan yang memperparah kemacetan. 

(Sumber : Milik Penulis)
Foto Kemacetan yang terjadi di Jalan Gardu dan Jalan Raya Condet hari kerja pada jam 20.30


(Sumber : Milik Penulis)
Foto Kemacetan yang diambil dari persimpangan (sebrang Jalan Gardu) pada hari kerja jam 17.30


(Sumber : Google Map)
Garis merah merupakan rute angukatan umum dan garis hijau merupakan Jalan Raya Condet

   Solusi yang penulis sarankan adalah mengadakan lampu pengatur lalu lintas atau yang biasa disebut dengan lampu merah. Mengapa penulis menyarankan hal ini? karena kebanyakn macet dipersimpangan ini disebabkan tidak adanya kesabaran anatar para pengemudi. Hal tersebut sering sekali menyebabkan terkuncinya persimpangan tersebut. Dengan dibuatkan lampu merah diharapkan akan mengurangi salah satu titik kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Condet. 

(Sumber : Google Map)
Titik-titik merah adalah rencana perletakan lampu merah. 



  




Senin, 19 Juni 2017

Critical Thingking

KEPEMIMPINAN 


Kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pembahasan tentang kepemimpinan menyangkut tugas dan gaya kepemimpinan, cara mempengaruhi kelompok, yang mempengaruhi kepemimpinan seseorang.

Image result for pemimpin

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang empat gaya kepemimpinan yang ada di Dunia: 

1. Telling merupakan cara atau gaya memimpin yang kurang mempercayai bawahannya dan banyak memberikan instruksi atau perintah kepada bawahannya, gaya ini tidak terlalu memperdulikan hubungan dengan bawahannya.
Image result for telling pemimpin
                                                                                

2. Selling merupakan gaya kepemimpinan yang lebih menitik beratkan pada tuntutan untuk menyelesaikan tugas, namun juga menjaga dan memperhatikan hubungan dengan bawahannya.

Image result for telling pemimpin


3. Participating ditandai dengan gaya kepemimpinan yang lebih menitik beratkan pada hubungan tapi kurang memperhatikan penyelesaian tugas-tugas yang mesti diselesaikan.

4. Delegating merupakan gaya kepemimpinan yang memberikan kepercayaan tinggi kepada bawahannya untuk meyelesaikan tugas sendiri dengan tetap memberikan sedikit arahan, tipe ini memiliki hubungan yang sangat sedikit.

Dari keempat gaya kepemimpinan diatas masing masing memiliki kelibihan dan kekurangan sendiri, jika anda berkesempatan menjadi seorang pemimpin. Jadilah pemimpin yang bias memberi contoh yang baik kepada bawahan anda. Semoga tulisan saya kali ini membawa manfaat bagi para pembaca. 

Jumat, 09 Juni 2017

Civil Engineering

Komunikasi dalam Teknik Sipil

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.


Macam-Macam Komunikasi

1. Komunikasi Lisan             
Komunikasi bisa terjadi baik apabila secara langsung maupun tak langsung yang dibatasi oleh suatu jarak dan waktu. Jarak dan waktu sangat mempengaruhi suatu efisiensi dan efektifitas komunikasi. Komunikasi lisan mempunyai tujuan agar suatu informasi yang disampaikan oleh si penyampai informasi (berita) bisa diterima dan dipahami oleh si penerima berita. Teknologi Komunikasi Lisan ialah berkomunikasi dengan menggunakan sebuah alat yang menghasilkan suara berbahasa lisan yang di antaranya telepon.  Komunikasi lisan langsung yang artinya komunikasi yang terjadi antara pemberi informasi langsung ke penerima informasi tanpa melalui perantara baik orang atau sebuah alat. Komunikasi langsung memiliki suatu kelebihan dan kekurangan.
 
2. Komuniasi Tulis            
Komunikasi tulis disampaikan dengan secara tak langsung, contoh yang paling sering kita pakai ialah surat kabar atau koran, majalah, artikel, dan lain-lain. Teknologi komunikasi tulis ialah berkomunikasi yang menggunakan sebuah tulisan, huruf, atau gambar. Melalui tulisan, sih pengguna bisa mengkomuikasikan ide, gagasan, pesan dan informasi lainnya, misalnya surat menyurat.
 
3. Komunikasi isyarat             
Komunikasi isyarat ialah suatu komunikasi dengan memakai kode-kode isyarat yang telah disepakati dan dimengerti oleh kedua belah pihak baik yang memberi maupun yang menerima informasi. Salah satu kode yang umum digunakan ialah kode Morse. Komunikasi bisa dilakukan melalui suatu media lambang, simbol atau gambar. Model komunikasi ini bisa kita temukan di pinggir jalan atau pada tempat-tempat tertentu yang sering kita lihat dengan istilah rambu-rambu. contohnya simbol/rambu. 

 Fungsi Komunikasi Secara Umum

  • Sebagai Kendali : Fungsi komunikasi sebagai kendali mem punyai sebuah arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan suatu perilaku orang lain atau anggota dalam beberapa cara yang harus dipatuhi.
  • Sebagai Motivasi : Komunikasi memberikan suatu perkembangan dalam memotivasi dengan memberikan suatu penjelasan dalam hal-hal dalam sebuah kehidupan kita. 
  • Sebagai Pengungkapan Emosional : Komunikasi mempunyai peranan dalam mengungkapkan sebuah perasaan-perasaan kepada orang lain, baik itu senang, gembira, kecewa, tidak suka. dan lain-lainnya. 
  • Sebagai Informasi : Komunikasi untuk memberikan suatu informasi yang diperlukan dari setiap individu dan kelompok dalam mengambil suatu keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pemilihan alternatif. 

Tujuan Komunikasi

  • Agar yang disampaikan komunikator bisa dimengerti oleh sih komunikan. Agar bisa dimengerti oleh komunikan maka sih komunikator perlu menjelaskan sebuah pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin.
  • Agar bisa memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu bisa memahami individu yang lain dengan sebuah kemampuan mendengar apa yang dibicarakan orang lain.  
  • Agar ingin mengungkapkan pendapat bisa diterima orang lain. Sebuah komunikasi dan pendekatan persuasif adalah salah satu cara agar gagasan kita diterima oleh orang lain. 
  • Untuk menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan persuasif  ini agar mampu membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian menggerakkannya sesuai dengan keinginan kita.

Unsur Komunikasi 

  • Source (sumber) : Source ialah suatu dasar dalam penyampaian pesan dalam rangka untuk memperkuat pesan itu sendiri. Sumber komunikasi ialah orang, lembaga, buku dan lain-lain. 
  • Komunikator : komunikator ialah sebuah pelaku penyampain pesan yang berupa individu yang sedang berbicara atau penulis, bisa juga berupa kelompok orang, suatu organisasi komunikasi seperti televisi, radio, film, surat kabar, dan sebagainya.
  • Pesan : pesan ialah suatu keseluruhan yang disampaikan oleh sih komunikator. Pesan memiliki tema utama sebagai pengarah dalam usaha mengubah suatu sikap dan tingkah laku orang lain. 
  • Saluran (channel) : Saluran ialah suatu komunikator yang digunakan dalam menyampaikan sebuah pesan. Saluran komunkasi ini berupa saluran formal (resmi) dan saluran informal (tidak resmi). Saluran formal ialah sebuah saluran yang mengikuti sebuah garis wewenang dari suatu organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dan bawahannya, sedangkan pada saluran informal ialah suatu saluran yang berupa desas-desus, kabar burung dan kabar angin.
  • Komunikan : komunikan ialah suatu penerima pesan dalam komunikasi yang berupa individu, kelompok dan massa
  • Effect (hasil) : effek ialah suatu hasil akhir dari suatu komunikasi dengan bentuk terjadinya sebuah perubahan sikap dan perilaku komunikan. Perubahan itu dapat sesuai dengan keinginan atau tidak sesuai dengan keinginan komunikator. 
Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.

Untuk dapat menjadi seorang engineer yang baik dalam penyelesaian suatu masalah (menjalankan fungsi problem solving), diharapkan setiap personel memiliki dasar :

a. Penguasaan atas data-data teknis
  • Tidak harus hafal semua data, tapi tahu jenis data yang diperlukan dan di mana disimpan
  • Memahami data teknis yang disyaratkan dalam RKS/Spesifikasi Teknis, Spesifikasi Material dan peraturan yang dipakai (baik peraturan pemerintah pusat, daerah, maupun standar kawasan industri) dalam pelaksanaan pekerjaan
  • Memahami data teknis yang disajikan brosur teknis supaya dapat menjelaskan kepada personel lapangan yang memerlukan
b. Engineering intuition (naluri teknis)
  • Selalu mengasah logika engineering untuk menumbuhkan naluri teknis/engineering intuition
  • Jika ada hal yang tidak jelas/logis/lengkap, berusaha mencari data tambahan ke pihak terkait yang kompeten
c. Engineering judgment (penilaian teknis)
  • Menguasai variasi pelaksanaan/aplikasi teknis terhadap gambar dan brosur
  • Menguasai solusi praktis permasalahan di lapangan
  • Dari dua hal di atas dapat memberikan penilaian/judgement yang sesuai, berdasar, dan kuat secara teknis dan apllicable/dapat dilaksanakan (bukan hanya teori)
d. Kemampuan komunikasi dan pendekatan teknis/non teknis
  • Mampu membedakan komunikasi informal (dengan semua tenaga dan staf) dengan formal  (dengan staf sesuai prosedur perusahaan)
  • Memiliki pendekatan yang luwes dan fleksibel dalam komunikasi dengan tenaga kerja, mandor dan sesama staf (lapangan maupun kantor)
  • Mampu menganalisa kemampuan tiap bagian pelaksanaan
  • Membantu menyajikan informasi teknis dari gambar, spesifikasi, brosur, dsb; dengan baik dan komunikatif kepada personel yang  melaksanakan pekerjaan sehingga lebih jelas, tidak menyulitkan dan tidak membingungkan
  • Mengenal divisi-divisi kantor dalam hubungannya jika ada keperluan koordinasi dan data
  • Mampu mengkomunikasikan inti masalah dan batasan yang ada, serta mengkoordinasi penanganannya dengan pihak-pihak yang kompeten dalam penyelesaian suatu masalah (misal : engineering atau bagian teknis dari pihak produsen, konsultan ahli, sub-kontraktor spesialis, tenaga ahli, atau tenaga non-ahli namun mempunyai pengalaman yang dapat dijadikan masukan dalam penyelesaian suatu masalah)
Kebanyakan dari pekerjaan teknik sipil merupakan kerja team. Tidak hanya team kecil biasanya team akan semakin besar mengikuti project yang seadang dikerjakan. Hal ini membuat seorang teknik sipil harus pandai menyampaikan suatu tujuan agar yang lain bisa menerima dengan sejalan. Jika tidak akan fatal akhirnya. Saya mendengar banyak cerita banyak lulusan teknik sipil dengan nilai yang sangat baik namun mereka sulit mendapatkan pekerjaan karana mereka sulit untuk bekerja dalam suatu team dan bahasanya sulit dimengerti dengan yang lain. Kekompakan dalam berkomunikasi didalam Teknik Sipil menjadi hal yang sangat penting!

NAMA : AISYAH BELLA
KELAS: 1TA04
NPM    : 10316426