Jumat, 09 Juni 2017

Civil Engineering

Komunikasi dalam Teknik Sipil

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.


Macam-Macam Komunikasi

1. Komunikasi Lisan             
Komunikasi bisa terjadi baik apabila secara langsung maupun tak langsung yang dibatasi oleh suatu jarak dan waktu. Jarak dan waktu sangat mempengaruhi suatu efisiensi dan efektifitas komunikasi. Komunikasi lisan mempunyai tujuan agar suatu informasi yang disampaikan oleh si penyampai informasi (berita) bisa diterima dan dipahami oleh si penerima berita. Teknologi Komunikasi Lisan ialah berkomunikasi dengan menggunakan sebuah alat yang menghasilkan suara berbahasa lisan yang di antaranya telepon.  Komunikasi lisan langsung yang artinya komunikasi yang terjadi antara pemberi informasi langsung ke penerima informasi tanpa melalui perantara baik orang atau sebuah alat. Komunikasi langsung memiliki suatu kelebihan dan kekurangan.
 
2. Komuniasi Tulis            
Komunikasi tulis disampaikan dengan secara tak langsung, contoh yang paling sering kita pakai ialah surat kabar atau koran, majalah, artikel, dan lain-lain. Teknologi komunikasi tulis ialah berkomunikasi yang menggunakan sebuah tulisan, huruf, atau gambar. Melalui tulisan, sih pengguna bisa mengkomuikasikan ide, gagasan, pesan dan informasi lainnya, misalnya surat menyurat.
 
3. Komunikasi isyarat             
Komunikasi isyarat ialah suatu komunikasi dengan memakai kode-kode isyarat yang telah disepakati dan dimengerti oleh kedua belah pihak baik yang memberi maupun yang menerima informasi. Salah satu kode yang umum digunakan ialah kode Morse. Komunikasi bisa dilakukan melalui suatu media lambang, simbol atau gambar. Model komunikasi ini bisa kita temukan di pinggir jalan atau pada tempat-tempat tertentu yang sering kita lihat dengan istilah rambu-rambu. contohnya simbol/rambu. 

 Fungsi Komunikasi Secara Umum

  • Sebagai Kendali : Fungsi komunikasi sebagai kendali mem punyai sebuah arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan suatu perilaku orang lain atau anggota dalam beberapa cara yang harus dipatuhi.
  • Sebagai Motivasi : Komunikasi memberikan suatu perkembangan dalam memotivasi dengan memberikan suatu penjelasan dalam hal-hal dalam sebuah kehidupan kita. 
  • Sebagai Pengungkapan Emosional : Komunikasi mempunyai peranan dalam mengungkapkan sebuah perasaan-perasaan kepada orang lain, baik itu senang, gembira, kecewa, tidak suka. dan lain-lainnya. 
  • Sebagai Informasi : Komunikasi untuk memberikan suatu informasi yang diperlukan dari setiap individu dan kelompok dalam mengambil suatu keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pemilihan alternatif. 

Tujuan Komunikasi

  • Agar yang disampaikan komunikator bisa dimengerti oleh sih komunikan. Agar bisa dimengerti oleh komunikan maka sih komunikator perlu menjelaskan sebuah pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin.
  • Agar bisa memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu bisa memahami individu yang lain dengan sebuah kemampuan mendengar apa yang dibicarakan orang lain.  
  • Agar ingin mengungkapkan pendapat bisa diterima orang lain. Sebuah komunikasi dan pendekatan persuasif adalah salah satu cara agar gagasan kita diterima oleh orang lain. 
  • Untuk menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan persuasif  ini agar mampu membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian menggerakkannya sesuai dengan keinginan kita.

Unsur Komunikasi 

  • Source (sumber) : Source ialah suatu dasar dalam penyampaian pesan dalam rangka untuk memperkuat pesan itu sendiri. Sumber komunikasi ialah orang, lembaga, buku dan lain-lain. 
  • Komunikator : komunikator ialah sebuah pelaku penyampain pesan yang berupa individu yang sedang berbicara atau penulis, bisa juga berupa kelompok orang, suatu organisasi komunikasi seperti televisi, radio, film, surat kabar, dan sebagainya.
  • Pesan : pesan ialah suatu keseluruhan yang disampaikan oleh sih komunikator. Pesan memiliki tema utama sebagai pengarah dalam usaha mengubah suatu sikap dan tingkah laku orang lain. 
  • Saluran (channel) : Saluran ialah suatu komunikator yang digunakan dalam menyampaikan sebuah pesan. Saluran komunkasi ini berupa saluran formal (resmi) dan saluran informal (tidak resmi). Saluran formal ialah sebuah saluran yang mengikuti sebuah garis wewenang dari suatu organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dan bawahannya, sedangkan pada saluran informal ialah suatu saluran yang berupa desas-desus, kabar burung dan kabar angin.
  • Komunikan : komunikan ialah suatu penerima pesan dalam komunikasi yang berupa individu, kelompok dan massa
  • Effect (hasil) : effek ialah suatu hasil akhir dari suatu komunikasi dengan bentuk terjadinya sebuah perubahan sikap dan perilaku komunikan. Perubahan itu dapat sesuai dengan keinginan atau tidak sesuai dengan keinginan komunikator. 
Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.

Untuk dapat menjadi seorang engineer yang baik dalam penyelesaian suatu masalah (menjalankan fungsi problem solving), diharapkan setiap personel memiliki dasar :

a. Penguasaan atas data-data teknis
  • Tidak harus hafal semua data, tapi tahu jenis data yang diperlukan dan di mana disimpan
  • Memahami data teknis yang disyaratkan dalam RKS/Spesifikasi Teknis, Spesifikasi Material dan peraturan yang dipakai (baik peraturan pemerintah pusat, daerah, maupun standar kawasan industri) dalam pelaksanaan pekerjaan
  • Memahami data teknis yang disajikan brosur teknis supaya dapat menjelaskan kepada personel lapangan yang memerlukan
b. Engineering intuition (naluri teknis)
  • Selalu mengasah logika engineering untuk menumbuhkan naluri teknis/engineering intuition
  • Jika ada hal yang tidak jelas/logis/lengkap, berusaha mencari data tambahan ke pihak terkait yang kompeten
c. Engineering judgment (penilaian teknis)
  • Menguasai variasi pelaksanaan/aplikasi teknis terhadap gambar dan brosur
  • Menguasai solusi praktis permasalahan di lapangan
  • Dari dua hal di atas dapat memberikan penilaian/judgement yang sesuai, berdasar, dan kuat secara teknis dan apllicable/dapat dilaksanakan (bukan hanya teori)
d. Kemampuan komunikasi dan pendekatan teknis/non teknis
  • Mampu membedakan komunikasi informal (dengan semua tenaga dan staf) dengan formal  (dengan staf sesuai prosedur perusahaan)
  • Memiliki pendekatan yang luwes dan fleksibel dalam komunikasi dengan tenaga kerja, mandor dan sesama staf (lapangan maupun kantor)
  • Mampu menganalisa kemampuan tiap bagian pelaksanaan
  • Membantu menyajikan informasi teknis dari gambar, spesifikasi, brosur, dsb; dengan baik dan komunikatif kepada personel yang  melaksanakan pekerjaan sehingga lebih jelas, tidak menyulitkan dan tidak membingungkan
  • Mengenal divisi-divisi kantor dalam hubungannya jika ada keperluan koordinasi dan data
  • Mampu mengkomunikasikan inti masalah dan batasan yang ada, serta mengkoordinasi penanganannya dengan pihak-pihak yang kompeten dalam penyelesaian suatu masalah (misal : engineering atau bagian teknis dari pihak produsen, konsultan ahli, sub-kontraktor spesialis, tenaga ahli, atau tenaga non-ahli namun mempunyai pengalaman yang dapat dijadikan masukan dalam penyelesaian suatu masalah)
Kebanyakan dari pekerjaan teknik sipil merupakan kerja team. Tidak hanya team kecil biasanya team akan semakin besar mengikuti project yang seadang dikerjakan. Hal ini membuat seorang teknik sipil harus pandai menyampaikan suatu tujuan agar yang lain bisa menerima dengan sejalan. Jika tidak akan fatal akhirnya. Saya mendengar banyak cerita banyak lulusan teknik sipil dengan nilai yang sangat baik namun mereka sulit mendapatkan pekerjaan karana mereka sulit untuk bekerja dalam suatu team dan bahasanya sulit dimengerti dengan yang lain. Kekompakan dalam berkomunikasi didalam Teknik Sipil menjadi hal yang sangat penting!

NAMA : AISYAH BELLA
KELAS: 1TA04
NPM    : 10316426




Tugas


Seminar



Seminar Peace Journalism and Conflict Resolution diadakan di Universitas Pancasila, dalam rangka Festival Komunikasi (10 tahun FIKOM UP). Diselnggarakan pada tanggal 17 April 2017. Seminar ini bertema tentang "Kreasi Insan Prfilma Indonsia". Dihadiri tiga pembicara dengan didampingi oleh seorang narrator. Ir. Chand Parwez selaku Ktua Umum Badan Perfilman Indonsia, Rako Parijanto selaku Sutradara Film Ungu Violet (2005), Ferry Ardiansyah selaku Aktor; Sutradara Iklan; dan Presenter. Tiga pembicara yang ada saling melengkapi satu sama lain, kareana sama - sama berperan penting dalam pembuatan film Indonesia. Ditambah dengan moderator yang pandai dalam berkomunikasi yaitu Riza Darma Putra, M.I.Kom selaku Dosen FIKOM Univrsitas Pancasila.Seminar ini gratis untuk kuota yang terbatas.

Beberapa point yang saya tangka dalam seminar ini adalah, kendala dalam memajukan perfilman di Indonesia, peran pemerintah dalam perkembangan film Indonesia, dan dampak yang dhasilkan dari ikut camurnya pemerintah dalam prkembangan film Indonesia. Hal yang pertama sekali dibahas adalah bagaimana caranya kita dapat memajukan perfilman Indonesia. Banyak usaha yang sudah dilalukan oleh para seniman perfilman di Indonesia, namun salah satu narasumber mengatakan tanpa bantuan tegas dari pemerintah mereka akan sulit maju kedepan dalam memajukan perfilman Indonesia, ditambah lagi maraknya pmbajakan di Indonesia. 

Topik ke dua yang kami bahas dalam seminar ini adalah usaha apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan perfilman Indonesia. Sejauh ini pemrintah ikut terlibat dalam perkmbangan film Indonesia dengan membuat beberapa Undang - Undang untuk melindungi film Indonesia. Namun, masih kurangnya ketegasan dalam melaksanakan Undang - Undang tersebut. Menurut Ferry sebagai narasumber dalam seminarnya, keterlibatan pemerintah dalam perkembangan film ini malah membatasi para seniman film untuk berkreyasi lebih. 






Seminar Mindfulness "Mmengheningkan Cinta", bertempat di Universitas Gunadarma, Margonda. Pada tanggal 5 Mei 2017. Mendatangkan seorang narasumbr yang merupakan penulis buku "Sejenak Hening". Sminar ini terbatas bagi 200 pendaftar pertama, dan dikenakan biaya. Dalam pembukaan seminar ini kami ditampilkan penampilan sulap dari club sulap yang ada di Depok. Seminar ini sangat menarik menurut saya, dibandingkan dngan seminar yang sabelumnya saya datangi. seminar ini dimulai dari jam satu siang hingga jam enam sore. Dengan jangka waktu yang sangat lama itu saya sama sekali tidak merasa bosan, karena seminar ini membua saya blajar mengndalikan amarah dalam diri saya ini. 

Mas Adjie sebagai narasumber membagikan cerita hidupnya dan bagaimana dia bisa bangkit dari keterpurukkan. Tanpa meceritkan masalah yang saya hadapi kepada mas Adjie saya sudah bisa merasakan ketenangan dalam diri saya. Mas Adjie berpesan kepada kami untuk selalu jujur kepada diri sendiri dan masih banyak lagi. dalam sminar ini kami mendapatkan materi yang disampaikan melalui email. diakhir acara ada penjulan buku "Sejenak Hening" dan itu hany ada beberapa. Saya pun membeli buku itu karena saya, ingin sekali tau isi buku tersebut. Melihat ketenangan yang dibawa mas Adjie kepada saya. Saya ingin sekali bisa tenang menghadpi apapun yang terjadi seperti yang dilihatkan oleh mas Adjie kepada saya. Saya sangat beruntung dating ke seinar "Mengheningkan Cinta" ini.


NAMA  : AISYAH BELLA

KELAS : 1TA04

NPM     : 10316426



Selasa, 04 April 2017

TAMAN KOTA DI DEPOK





















ETIKA PROFESI DI INDONESIA

ETIKA  TEKNIK SIPIL 


Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.
Definisi Menurut UU Kepegawaian : Etika profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari
Etika Profesi (Kode Etik Profesi) • Merupakan suatu tatanan etika yg telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. • Diartikan pula sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan
Etika Profesi (Kode Etik Profesi) • KODE ETIK : umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam katagori norma hukum. • KODE ETIK : merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Tujuan Kode Etik • Agar profesional memberikan jasa sebaikbaiknya kepada pemakai / nasabahnya (Customer) • Kode etik akan melindungi nasabah (customer) dari perbuatan yang tidak professional
Kode Etik PII Prinsip-Prinsip Dasar, Catur Karsa : 1. Mengutamakan keluhuran budi. 2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia. 3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. 4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
Kode Etik PII Tujuh Tuntunan Sikap, Sapta Dharma : 1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat. 2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kompetensinya. 3. Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan. 4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
Kode Etik PII 5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing. 6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi. 7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.
Perlukah Etika Profesi? Organisasi profesi tanpa mempunyai kode etik atau para anggotanya tidak disiplin dalam mematuhi Kode Etik : • Kualitas jasa rendah • Tingkat kepercayaan masyarakat rendah • Akan ada pihak yang dirugikan • Tidak menghasilkan kebajikan utk masyarakat • Berpotensi timbulnya konflik internal dan eksternal
Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika • Kebutuhan individu Alasan ekonomi, melakukan korupsi • Tidak ada pedoman Area ”abu-abu”, tidak jelas, tidak ada panduan • Perilaku dan kebiasaan individu Kebiasaan yg terakumulasi, tdk dikoreksi • Lingkungan tidak etis Pengaruh komunitas • Perilaku orang yang ditiru Pengaruh primordialisme yg kebablasan
7 Nilai Dasar Profesional No Karakter Sumber 1 Jujur Al-Haqq 2 Tanggung jawab Al-Wakiil 3 Visioner Al-Aakhir 4 Disiplin Al-Matiin 5 Kerja sama Al-Jaami’ 6 Adil Al-’Adl 7 Perduli Al-Muhaimin


Sumber : Wikipedia dan http://saifoemk.lecture.ub.ac.id/files/2015/03/Etipro-2.pdf

Sabtu, 21 Januari 2017

Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa yang Menambah Warna - Warni Republik Indonesia 

     Masyarakat kota dan masyarakat desa dalah dua masyarakat yang berbeda. Namun, keduanya saling membutuhkan untuk saling melengkapi satu sama lain. Masyarakat kota membutuhkan masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Masyarakat desa membutuhkan masyarakat kota untuk menanmbah ilmu pengetahuan mereka tentantang ilmu atau teknologi yang terbaru. Masyarakat kota dan masyarakat desa juga memiliki banyak sekali perbedaan. Perbedaan terbesar yang terdapat pada masyarakat kota dan masyarakat desa dapat kita lihat dari perbedaan dalam pekerjaan, corok kehidupan sosial, dan dalam menjalankan agama beserta norma-norma yang ada. 

     Pekerjaan masyarakat yang bertempat tinggal dikota dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan sangatlah berbeda. Di perkotaan kita lebih membutuhkan para pekerja yang memiliki ketrampilan tertentu. Pekerjaan di perkotaan juga lebih spesifik dengan nilai akademik dan pengalaman yang sudah kita dapatkan. Contohnya masyarakat kota lebih banyak yang bekerja untuk sebuah perusahaan di gedung perkantoran. Berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaan lebih bayak yang menjadi petani, nelayan, maupun pedagang. Kebanyakan sawah-sawah yang mereka garap adalah sawah milik sendiri. Begitu pula nelayan perahu yang mereka miliki untuk melaut adalah perahu miliki sendiri. Namun, banyak juga masyarakat desa yang menjadi kuli bangunan dan semacamnya karena mereka tidak memiliki lahan untuk digarap.

Image result for pekerjaan masyarakat desa dan masyarakat kota 
Gambar disebelah kanan adalah ilustrasi pekerjaan di desa dan disebelah kirinya merupakan ilustrasi masyarakat kota.
(Gambar diambil dari : http://gandungsenoputro.blogspot.co.id/2014/11/tugas-ilmu-sosial-dasar-3.html )

     Masyarakat kota dan masyarakat desa juga memiliki perbedaan dalam corak kehidupan sosialnya. Di Kota masyaratnya lebih induvidualis karena kesibukan masing masing. Terkadang jika kita tinggal di perkotaan, kita tidak begitu mengenal tetangga yang tepat berada disebelah rumah kita. Hanya bertegur sapa dan tidak saling mengenal itu sudah biasa di perkotaan. Berbanding terbalik dengan keadaan yang ada di pedesaan. Di Desa mereka mengenal banyak orang waalaupun rumah mereka terpisah berkilo-kilometer antar rumahnya. Ini bisa saja disebabkan pekerjaan masyarakat di pedesaan yang masih saling membutuhkan bantuan satu sama lainnya (masih terjalinnya gotong royong yang baik).

via sinarharian.com.my
Gambar Ilustrasi Keakraban yang terjalin di Pedesaan
(Gambar diambil dari : http://www.selipan.com/life/my-fasting-story/alasan-mengapa-suasana-ramadhan-kampung-halaman-selalu-bikin-kangen/ )

     Selain terlihat perbedaan dari pekerjaan dan corak kehidupan sosialnya, masyarakat kota dan masyarakat desa juga terlihat dalam urusan keagamaan dan penerapan norma-norma yang ada. Masyarakat di Desa jauh lebih religius dibandingkan dengan masyarakat di Kota ini desebabkan tingginya tuntutan pekerjaan di Kota yang menuntut masyarakat perkotaan sangat sibuk. Norma - norma yang ada pun mulai luntur di perkotaan karen tergerus zaman. Masyarakat tidak lagi mau ambil pusing dengan norma - norma yang ada sehingga mereka kurang memperdulikan hal tersebut. Sedangkan masyarakat pedesaan masih sangat menjunjung tinggi norma - norma yang sudah ada dari jaman Nenek Moyangnya terdahulu.

     Kesimpulan yang dapat kita ambil dari atas adalah masyarakat kota dan masyarakat memiliki perbedaan dalam bidang perkerjaan karena pekerja yang di butuhkan di Kota berbeda dengan yang ada di desa. Lalu yang kedua, corak kehidupan sosial di Kota dan di Desa juga berbeda karena masyarakat kota jauh lebih sibuk mengurusi urusannya sendiri (masih kurang peduli dengan sekitarnya). Terakhir, masyarakat kota dan masyarakat desa berbeda dalam urusan keagamaan dan penerapan norma - norma yang berlaku. Masyarakat pedesaan jauh lebih religius dibandingkan masyarakat perkotaan. 





Jumat, 16 Desember 2016


LAPORAN HASIL WAWANCARA 


PENAMBAHAN SARANA PERKRETAAPIAN DI JAKARTA 
(STASIUN MANGGARAI DAN SEKITARNYA)


I. LATAR BELAKANG 

                 Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberi rahmat dan hidayah nya sehingga saya dan kelompok saya selaku mahasiswa dari Universitas Gundarama dapat mewewancari salah satu narasumber kami agar kami bisa mendaptakan informasi yang lebih menditail tentang pembangunan yang sedang berlangsung di Stasiun Manggarai dan sekitanya.

II. MAKSUD DAN TUJUAN 

     1. Memenuhi tugas ISD (Ilmu Sosial Dasar)
     2. Mendapatkan informasi yang mendalam tentang proyek transportasi umum
     3. Memahami dan menguasai kegiatan wawancara dengan bagian proyek
     4. Mengenal lingkungan proyek secara langsung (sangat penting dalam jurusan kamu (Teknik     Sipil)

III. LAPORAN HASIL WAWANCARA
      
      Narasumber    : Muhammad Faisal 
      Pewawancara  : - Aisyah Bella (10316426)
                                - Satrio Chondrodimuko (16316874)
                                - Muhammad Favian Ali (14316845)
      Juru Foto        :  - Aisyah Bella (10316426)
                                - Satrio Chondrodimuko (16316874)
                                - Muhammad Favian Ali (14316845)

HASIL WAWANCARA


                                 Pada hari Sabtu, 10 Desember 2016 kami mendatangi Site Office PT. Adhikarya (Persero). Lalu kami menemui narasumber kami yaitu Bapak Muahmmad Faisal. Sebelumnya kami telah menghubunginya untuk membuat janji terlebih dahulu. Lalu kami melakukan wawancara di gedung tersebut dan Bapak M. Faisal banyak memberikan penjelasan kepada kami bagaimana proyek ini berjalan.

Pertanyaan Isi:
1. Nama Bapak Siapa?

Muhammad Faisal

2. Proyek ini dimulai tahun berapa?

Dimulai dari tahun 2015,petengahan 2015 tapi baru ada ‘action’  mulai dari Juni 2016

3. Dana yang dikeluarkan sekitar berapa?

Biaya dari kontrak 450 Milliar kurang lebih

4. Apa tujuan proyek ini?

Menjadikan St. Manggarai sebagai salah satu pusat kegiatan perkeretaapian di Jakarta. Untuk itu kami akan merenovasi Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara, membangung stasiun Matraman dan penambahan track jalur kereta (Double-double track) dari St.Manggarai sampai St.Jatinegara.

5. Siapa project manager dariproyekini?

Bapak Sri Mardiyono, S.T

6. Bagaimana proses proyek ini akan berjalan sampai selesai?

Proyek ini bertahap,misal untuk Stasiun Jatinegara,itu dibagi menjadi 3 zona,sekarang kita lagi mengerjakan zona A dulu, zona A akan dibangun Stasiun baru yang nanti akan digabung dengan stasiun jatinegara yang lama. Setelah zona A selesai, track sudah bisa masuk kita lanjut ke Zona B, untuk masuk ke zona B kita akan menggusur Stasiun Jatinegara yang sudah ada. Di manggarai juga seperti itu, dibagi menjadi zona A zona B,jadi setelah zona A selesai,penumpang semua diarahkan ke zona A lalu zona B kitabangunkembali. Jadi proses disini gabisa langsung mengerjakan secara keseluruhan.

7. Kapan Perkiraan proyek ini selesai?

Tahun 2019

8. Apa aja kendala yang sering terjadi di lapangan? Dan bagai mana cara mengatasinya?

Pertama, cuaca,kalo hujan kita gabisa apa apa. Cara mengatasinnya dengan kerja lebih pagi dan lembur
Kedua, perizinan, untuk perizinan kita temui pihak yang terkait atau owner untuk melaporkan kegiatan yang akan kita lakukan
Ketiga, kabel kabel yang dibawah tanah. Untuk itu kita harus mengadakan ‘Join Survey’ dan rapat dengan kontraktor yang mengerjakan bagian itu.
Keempat jaringan listrik atau listrik aliran atas (LAA) itu ada kontraktornya juga yang mengerjakan jadi harus terus koordinasi.


Jadi disini itu kerjanya ‘Estafet’ saling menunggu giliran,tidak bisa langsung mengerjakan karena di proyek ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu Track, Bangungan gedung , bangunan sipil dan persinyalan. Adhi Karya mendapat bagian untuk mengerjakan bangunan gedung.

KESIMPULAN


           Proyek yang sudah dimulai dari pertengahan 2015 ini bertujuan untuk enjadikan St. Manggarai sebagai salah satu pusat kegiatan perkeretaapian di Jakarta. Untuk itu kami akan merenovasi Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara, membangung stasiun Matraman dan penambahan track jalur kereta (Double-double track) dari St.Manggarai sampai St.Jatinegara. Dengan memkan biaya sebesar 450 Miliar. Diharapkan akan selesai pada tahun 2019. 
          Proyek ini bertahap,misal untuk Stasiun Jatinegara,itu dibagi menjadi 3 zona,sekarang kita lagi mengerjakan zona A dulu, zona A akan dibangun Stasiun baru yang nanti akan digabung dengan stasiun jatinegara yang lama. Setelah zona A selesai, track sudah bisa masuk kita lanjut ke Zona B, untuk masuk ke zona B kita akan menggusur Stasiun Jatinegara yang sudah ada. Di manggarai juga seperti itu, dibagi menjadi zona A zona B,jadi setelah zona A selesai,penumpang semua diarahkan ke zona A lalu zona B kitabangunkembali. Jadi proses disini gabisa langsung mengerjakan secara keseluruhan.
           Banyak kendala yang dihadapi dalam proyek ini seperti cuaca, perizinan, kabel yang sudah ada sbelumnya, listrik, dan pada proyek ini juga dikerjakan secara bergantian karena tidak bisa langsung menutup satu stasiun untuk merenovasi ini. Dengan di project manageri oleh Bapak Sri Mardiyono, S.T kami harap proyek ini dapat selesai tepat waktu. 



IV. FOTO DOKUMENTASI


Foto Narasumber:
             M.Faisal( Project Planner),  PT.AdhiKarya, Persero (Tbk), Departement Engineering        


Proses pengeboran di Manggarai


Setelah pengecoran di Jatinegara


V. PENUTUP
          Sekian hasil wawancara kami bersama narasumber dalam proyek di Maggarai. Semoga hasil wawancara kami ini bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih

Kamis, 27 Oktober 2016

Gagasan untuk Indonesia

             Saya perempuan berwarganergara Indonesia yang lahir di DKI Jakarta, saya memiliki banyak gagasan untuk kemajuan Indonesia. Namun, Indonesia itu sangat luas. Saya memutuskan memulai gagasan - gagasan saya dari diri saya sendiri, dari daerah kelahiran saya sendiri. 
              Saya hanya perempuan berumur 20 tahun yang lahir di daerah Condet, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Saya menghabiskan masa balita saya di Condet lalu saya pindah ke Kota Bekasi dan kini saya sudah kembali ke Condet sejak tahun 2009. Condet merupakan rumah untuk saya, Ke dua orang tua saya besar di Condet. Namun, beberapa masa terakhir ini Condet mulai berubah. Membuat saya memiliki banyak gagasan untuk daerah Condet.
            

              Condet


Nama Condet berasal dari nama sebuah anak sungai Ciliwung, yaitu Ci Ondet. Ondet, atau ondeh, atau ondeh – ondeh, adalah nama pohon yang nama ilmiahnya Antidesma diandrum Sprg., termasuk familiAntidesmaeae (Fillet, 1888:128), semacam pohon buni, yang buahnya biasa dimakan.
Data tertulis pertama yang menyinggung – nyinggung Condet adalah catatan perjalanan Abraham van Riebeeck, waktu masih menjadi Direktur Jenderal VOC di Batavia (sebelum menjadi Gubernur Jendral). Dalam catatan tersebut, pada tanggal 24 September 1709 Van Riebeck beserta rombongannya berjalan melalui anak sungai Ci Ondet “Over mijin lant Paroeng Combale, Ratudjaja, Depok, Sringsing naar het hooft van de spruijt Tsji Ondet”,..(De Haan 1911: 320).
Keterangan kedua terdapat dalam surat wasiat Pangeran Purbaya dari Banten, yang dibuat sebelum berangkat ke pembuangan di Nagapatman, disahkan oleh Notaris Reguleth tertanggal 25 April 1716. Dalam surat wasiat itu antara lain tertulis, bahwa Pangeran Purbaya menghibahkan beberapa rumah dan sejumlah kerbau di Condet kepada anak – anak dan istrinya yang ditinggalkan (De Haan, 1920:250).
Keterangan ketiga adalah Resolusi pimpinan Kompeni di Batavia tertanggal 8 Juni 1753, yaitu keputusan tentang penjualan tanah di Condet seluas 816 morgen (52.530 ha), seharga 800 ringgit kepada Frederik Willem Freijer. Kemudian kawasan Condet menjadi bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, atau Groeneveld (De Haan 1910:51).
Dahulu kala Condet terkenal dengan kebun buah duku dan salak. Namun seiring dengan semakin banyaknya penduduk, kebun-kebun duku dan kebun-kebun salak berubah menjadi pemukiman penduduk.
Pada masa Gubernur Ali Sadikin, Condet juga pernah dijadikan sebagai kawasan cagar budaya masyarakat Betawi. Namun tidak berlanjut, karena seiring dengan semakin banyaknya masyarakat pendatang, proporsi masyarakat Betawi di kawasan ini juga semakin berkurang.

Jl. Raya Condet
Gambar Milik :
http://news.liputan6.com/read/2503859/haji-entong-gendut-pendekar-betawi-dari-condet

         Condet Masa Kini

                Dengan perkembangan teknologi dan modernnya saat ini Condet mengalami banyak perubahan. Kini makin berkurang anak - anak yang bermain diluar rumah. Hampir semua anak sekarang memiliki Handphone. Akan ada dua dampak yang ditimbulkan dari perkembangan ini yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang dihasilkan adalah sekarang mereka memiliki pengetahuan yang luas dan mudah untuk mengakses banyak hal ini akan mempermudah proses pembelajaran. Dampak negatifnya adalah moral anak - anak didaerah Condet mulai tergerus dimakan dengan zaman. 
                Kebanyakan orang tua di Condet yang bekerja dan terkadang mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga kurang memperhatikan detail dari anak - anaknya. Pendidikan yang mereka dapat juga lebih mememntingkan nilai dari pada perilaku. Banyak anak - anak di daerah Condet yang akhirnya mulai menunjukan kenalan - kenakalan remaja. Saya sangat rindu Condet yang dulu, yang sangat berkeluargaan dan penuh tawa canda anak - anak dari setiap sudut Condet. 

        Gagasan untuk Condet 

             Saya sudah memulai beberapa gagasan saya dari beberapa bulan yang lalu, ada beberapa gagasan yang saya akan lakukan : 
  1.  Mmebuat anak - anak bermain bersama teman sebayanya tanpa ada teknologi di sekitarnya 
  2.  Memperbarui  acara -acara di hari - hari besar agar terlihat lebih kekinian tanpa kehilangan makna sebenarnya.
  3.  Meningkatkan tingkat pendidikan di daerah Condet 
  4.  Mengajak anak - anak yang putus sekolah untuk belajar suatu ke ahlian yang bisa digundakan untuk masa depan
  5.  Meningkatkan rasa saling menolog dengan sesama 
  6.  Membangun taman bermain yang pantas untuk anak - anak 
  7.  Sosoalisasi pendidikan kepribadian kepada orang tua 
  8.  Memperbanyak sekolah kebudayaan dan seni yang gratis 
       Saya hanya ingin anak - anak yang tinggal di Condet mengenal budaya tempat mereka di besarkan jangan hanya bisa merusak tanpa merawat. Orang tua saya bukanlah penduduk asli Condet namun keluarga kami sangat mencintai condet dan semua budayanya. Jangan sampai para pendatang hanya bisa merusak Condet kita semua.

                     Pencak Silat salah satu kebudayaan Betawi yang ada di Condet
                                                                Gambar milik :
            http://www.condetkite.com/index.php/informasi/item/124-festival-condet-2016  

" Nyok, kite jage Condet kite bersame"